HORE MELANJUTKAN SEKOLAH BEASISWA DI SELURUH INDONESIA (SMK JATENG , SMK TELKOM, SMK KEDINASAN) 2020

el

Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera
Oleh : Admin - Kamis, 25 November 2010
Peringatan Hari Guru Nasional kali ini bertemakan "Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera". Sementara subtemanya adalah 'Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat'. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh meminta agar para guru di seluruh Indonesia dapat lebih meningkatkan profesionalitas. Hal ini katanya, mengingat guru memiliki posisi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. "Profesionalitas itu juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru menguasai bahan-bahan ajar," ungkap Mendiknas, ketika ditemui usai upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-16 di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (25/11).
Mendiknas pun menjelaskan bahwa ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesi. "Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus-menerus. Guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan kerja dan dedikasi guru, juga harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya.

"Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya,". Mendiknas menambahkan bahwa ada tiga tugas utama bagi seorang guru, yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian, dan karakter yang mulia, serta menanamkan rasa optimisme, cita-cita dan pikiran positif. "Kalau itu bisa dilakukan, Insya Allah, sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian," imbuhnya pula.

Peringatan Hari Guru Nasional merupakan saat yang tepat untuk melakukan kontemplasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui, khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya Hari Guru Nasional. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia, untuk memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya. "Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar," papar Mendiknas (jpnn.com)
Merenungi apa yang telah disampaikan oleh Mendiknas, tampaknya semua tidak jauh dari apa yang telah dituangkan pada Undang-Undang Guru dan Dosen nomor 15 Tahun 2005, untuk itu tim pemberitaan SMP Negeri 1 Karanganyar menampilkan kembali point-point penting sesuai tema HGN yaitu sebagai berikut :

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah(UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 1)
 
Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 1)
 
Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 2).

Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 2) Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 4).
 
Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 6). Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 8).
 
Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (UU Guru dan Dosen No 15 tahun 2005, Pasal 10).
 
Segenap keluarga besar SMP Negeri 1 Karanganyar mengucapkan selamat Hari Guru, Wujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera. Mari kita tingkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat'

Cetak | Kembali

Copyright © 2010 - 2016 by SMP Negeri 1 Karanganyar | Supported by AMIK PGRI KEBUMEN
E-mail : smp@smpn1karanganyar.sch.id
Jl. Kartini 25 Telp. (0287) 551058
Fax. (0287) 551846