HORE MELANJUTKAN SEKOLAH BEASISWA DI SELURUH INDONESIA (SMK JATENG , SMK TELKOM, SMK KEDINASAN) 2020

el

UN dan Sidak Siswa. Adakah Hubungannya?
Oleh : Administrator - Senin, 15 Februari 2010
Dalam menghadapi Ujian Nasional yang tinggal menghitung hari, perlu dilakukan persiapan yang lebih intensif. Persiapan-persiapan tersebut tidak hanya bagi siswa itu sendiri tetapi bagi sekolah, komite sekolah dan orang tua/wali siswa. Persiapan menghadapi UN bagi siswa tersebut meliputi 4 hal pokok. Persiapan pertama adalah persiapan yang paling pokok yaitu persiapan materi Ujian Nasional itu sendiri. Persiapan ini ditempuh sekolah dengan mengadakan kegiatan bimbingan belajar.. Bimbingan belajar yang pertama dilaksanakan 5 hari dalam seminggu yaitu dari hari Senin sampai dengan hari Jumat disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan. Waktu pelaksanaan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 06.45. Pengambilan waktu yang demikian dengan asumsi bahwa pentransferan ilmu ke siswa lebih mudah karena otak siswa masih dalam keadaan murni belum terkontaminasi oleh hal-hal lain. Bimbingan belajar yang kedua dilaksanakan 4 hari dalam seminggu yaitu pada hari Senin sampai dengan hari Jumat. Pengambilan waktu bimbingan belajar kedua sedikit berbeda dengan waktu bimbingan belajar pertama, yaitu pada siang hari setelah kegiatan kurikuler pagi usai dari pukul 13.15 sampai dengan pukul 14.45. Mapel yang diajarkan disesuaikan dengan urutan mapel pelaksanaan TUC yaitu hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika dan hari keempat IPA. Waktu kegiatan bimbingan belajar kedua bisa berubah berdasarkan waktu kegiatan TUC baik yang dilaksanakan oleh sekolah, subrayon ataupun kabupaten. Apabila ada kegiatan TUC dimulai hari Senin maka pelaksanaan bimbingan dimulai hari Sabtu dengan materi yang disesuaikan dengan kegiatan TUC tersebut. Persiapan kedua yaitu mental. Mental siswa dalam menghadapi UN sangat perlu dipersiapkan. Siswa pada umumnya takut menghadapi UN. Ketakutan tersebut kadangkala menjadikan siswa tertekan. Cara siswa menghilangkan rasa tertekan ini sangat beragam. Sebagian siswa melakukan kegiatan olah raga yang menjadi kegemarannya seperti bola basket, sepak bola dan lain sebagainya. Ada pula yang melakukan kegiatan bermusik. Dari kacamata pendidikan kegiatan penghilang rasa tertekan tersebut masih wajar untuk dilakukan. Akan tetapi ada satu hal yang sangat menghawatirkan bagi kalangan pendidik, orang tua dan masyarakat yaitu kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi yang tidak bisa terbendung inilah yang kadang merusak mental para peserta didik. Dengan benda kecil yang bernama HP, para siswa dalam menghilangkan rasa tertekan ini memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalamnya untuk hal-hal kurang bermanfaat. Selain boros dalam penggunaan uang saku, juga boros dalam penggunaan waktu. Mereka asik dengan sms, facebook, internet dan lain sebagainya. Siswa yang masih dalam taraf mencari karena keingintahuannya tinggi kadang terjebak ke hal-hal negatif. Oleh karena itu sekolah secara periodik melaksanakan sidak ke siswa untuk menghindarkan siswa dari pengaruh negatif teknologi. Pengaruh negatif teknologi tentunya akan dapat menentukan berhasil tidaknya siswa dalam menghadapi UN mendatang. Persiapan ketiga adalah kesehatan. “Men sana en korpore sano” Satu kalimat yang sering didengungkan jika berbicara masalah kesehatan yang bermakna di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Menjaga kesehatan amat penting untuk dilakukan bagi para siswa dalam menghadapi UN mendatang. Oleh karena itu sekolah bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh siswa dan siswi Dengan keyakinan bahwa apabila kesehatan terganggu maka akan tidak mampu untuk mengerjakan soal UN dengan baik. Tentu saja hasil yang diharapkan tidak akan terwujud. Apabila hasil tidak sesuai dengan harapan maka siswa secara pribadi akan mengalami kerugian. Persiapan keempat adalah berdoa. Hubungan antara hamba dengan Penciptanya harus terjalin secara harmonis. Nasib suatu hamba akan tergantung kepada hamba itu sendiri dan Sang Pencipta. “Men propose God disposes”. Manusia berusaha Tuhan yang menentukan. Jadi manusia diharuskan untuk selalu mengusahakan sesuatu yang dinginkannya akan tetapi sebagai penentu berhasil tidaknya adalah yang Maha Kuasa. Keempat persiapan dalam menghadapi UN saling terkait. Dari keempat hal tersebut di atas semuanya penting. Jika salah satu terganggu maka akan menyebabkan hal utama yaitu UN akan terganggu pula. Semoga saja seluruh siswa dapat melaksanakan ketiga hal yang disebutkan di atas sehingga dapat meraih hasil UN seperti yang diharapkan. Sukses selalu untuk SMP Negeri 1 Karanganyar. Amien!

Cetak | Kembali

Copyright © 2010 - 2016 by SMP Negeri 1 Karanganyar | Supported by AMIK PGRI KEBUMEN
E-mail : smp@smpn1karanganyar.sch.id
Jl. Kartini 25 Telp. (0287) 551058
Fax. (0287) 551846